13 Tahun Erupsi Merapi: Kenangan dan Peringatan
Kalurahan Wukirsari, 5 November 2023
Tepat 13 tahun yang lalu, Gunung Merapi, salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia, meletus dalam 100 tahun terakhir. Erupsi tersebut terjadi pada tahun 2010, mengejutkan dunia dan menyisakan kenangan yang mendalam bagi banyak orang. Peristiwa tersebut tidak hanya memberikan pelajaran penting tentang bahaya gunung berapi, tetapi juga menguatkan kemampuan dalam menghadapi bencana alam.
Menurut BPPTKG, gejala peningkatan aktivitas Merapi terjadi mulai akhir tahun 2009, ditandai dengan munculnya swarm vulkanik yang dimulai tanggal 31 Oktober 2009. Pada 20 September 2010 status aktivitas Merapi dari Normal dinaikkan menjadi Waspada. Kemudian pada 21 Oktober 2010 pukul 17.00 WIB status merapi ditingkatkan dari waspada menjadi siaga oleh Kepala Balai Penyelidikan Dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY Subandrio.
Suara gemuruh Merapi menggetarkan rumah-rumah warga, kegempaan terus meningkat hingga lebih 400 kali sehari dan deformasi mencapai 50cm per hari. Akhirnya pada 25 Oktober 2010 pukul 06.00 WIB status aktivitas Merapi di naikan dari Siaga menjadi Awas oleh DR. Surono selaku Kepala PVMBG.
“Terhitung pukul 01.00 dini hari tanggal 5 November ini zona kami perluas menjadi 20 kilometer,” kata Surono.
Dr. Surono yang saat itu menjabat sebagai Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan zona bahaya diperluas menjadi 20 kilometer untuk wilayah Sleman. Perluasan zona bahaya ini dilakukan menyusul kondisi Gunung Merapi yang kian membahayakan.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin