Turut Melestarikan Tradisi Budaya, Kelompok Ternak “Sedyo Makmur” Sruni Menggelar “Dawetan”

27 Desember 2023
Admin Wukirsari
Dibaca 245 Kali
Turut Melestarikan Tradisi Budaya, Kelompok Ternak “Sedyo Makmur” Sruni Menggelar “Dawetan”

Kalurahan Wukirsari, 27 Desember 2023

Dawetan adalah salah satu tradisi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas lahirnya “Pedhet” atau anak sapi. Sapi dalam kehidupan orang desa dianggap sebagai bagian dari keluarga dan kelahiran merupakan suatu awal kehidupan baru dari suatu keluarga. Dari memelihara sapi tersebut, masyarakat mampu menghidupi keluarga yang lain.

Oleh karena itu, warga Dusun Sruni, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan menggelar tasyakuran dan Melestarikan tradisi Budaya Dawetan atas kelahiran sapi-sapi mereka. Ditahun ini Sapi Kelompok Ternak Sedyo Makmur lahir 6 ekor sehingga total sapi di kandang kelompok tersebut menjadi 68 ekor.

Bertempat di kandang ternak kelompok ternak sapi “Sedyo Makmur” acara dawetan dihadiri oleh Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Panewu Cangkringan, Lurah Wukirsari, PPL Pertanian Wukirsari serta anggota kelompok ternak Sedyo Makmur dan warga Dusun Sruni.

Dalam sambutannya, Nanang Danardono dari Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman mengatakan bahwa Dinas Peternakan sangat mengapresiasi kegiatan “dawetan” seperti ini. Beliau menambahkan jika Kelompok Ternak Sedyo Makmur selain kelahiran anak sapi juga perlu mensyukuri karena gejala penyakit hewan ternak tidak terdeteksi di Kandang Ternak Sedyo Makmur.

Di kesempatan yang sama, Panewu cangkringan Djaka Sumarsono, AP., M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan pelestarian budaya bisa diadakan secara rutin. Djaka Sumarsono menyatakan bahwa Kapanewon Cangkringan siap membantu kegiatan pelestarian budaya seperti ini.

“Harapan kami kedepan dengan adanya kelompok ternak dan kegiatan dawetan dapat memperkuat desa budaya di Wukirsari, Kegiatan seperti ini dapat mendukung Wukirsari menjadi desa mandiri budaya” ungkapnya.

Acra yang bertema “Tradisi Daweta Srana Syukur Myang Maha Wikan” tersebut dimeriahkan dengan pentas tari tradisional oleh anak-anak setempat. Setelah acara sambutan, dilanjutkan doa bersama dan pemotongan tumpeng. Kemudian sapi-sapi yang baru melahirkan diberikan “dawet” yang sudah dipersiapkan. Acara diakhiri dengan menikmati minuman “dawet” yang dibuat oleh warga Dusun Sruni.