"Harmoni Alam dan Tradisi Adiluhung: Warga Bedoyo Melaksanakan Tradisi Wiwit dengan Khidmat"

03 Agustus 2023
Admin Wukirsari
Dibaca 194 Kali

"Harmoni Alam dan Tradisi Adiluhung: Warga Bedoyo Melaksanakan Tradisi Wiwit dengan Khidmat"

Kalurahan Wukirsari, 03 Agustus 2023.

Dusun Bedoyo, Kalurahan Wukrisari, Kapanewon Cangkringan melaksanakan tradisi yang disebut "Wiwitan". Acara ini menjadi momen bersejarah bagi warga dusun untuk mensyukuri nikmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan menjaga keseimbangan alam. Tradisi ini menampilkan kekayaan budaya dan kebhinekaan yang membuatnya menjadi peristiwa luar biasa di tengah perkembangan zaman.

Warga Dusun Bedoyo berkumpul di persawahan dengan menggelar upacara tradisi Wiwit/Wiwitan sebagai wujud rasa syukur atas hasil pertanian yang mereka dapatkan (03/08/202).

Proses wiwitan dipimpin oleh Tokoh Masyarakat atau orang yang biasa memimpin doa dalam acara-acara warga. Kemudian acara dimulai dengan membaca doa dan setelah ritual selesai dilakukan, biasanya petani membagikan makanan yang sudah disiapkan kepada warga yang hadir maupun warga sekitar. Setiap warga boleh mengikuti tradisi wiwitan tersebut tanpa terkecuali dan memakan makanan yang sudah disiapkan bersama-sama.

Menurut Sigit Widiatmoko selaku Dukuh Bedoyo, warga Bedoyo kembali menghidupkan tradisi Wiwit  yang sudah mulai ditinggalkan warga. Sigit Widiatmoko juga menjelaskan jika tradisi tersebut sebagai rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen pertanian serta mengenalkan tradisi kepada generasi penerus.

“Nguri-uri tradisi wiwitan sebagai rasa syukur petani atas berkah panen padi yang melimpah, sekaligus upaya kembali mengenalkan ke generasi muda akan warisan tradisi adiluhung masyarakat bedoyo” kata Dukuh Bedoyo.

Tradisi wiwitan juga sebagai sarana warga desa menjalin hubungan silaturahmi satu dengan yang lain. Dalam tradisi Wiwitan, makanan yang disajikan yaitu nasi gurih, ayam kampung, sayur nangka, krupuk, tahu tempe, teri, peyek serta jajanan pasar, telur, thonto, buah-buahan, ubi-ubian dan lain-lain.