Sosialisasi dan Pembentukan Kampung Siaga Bencana di Kalurahan Wukirsari, Sleman
Kalurahan Wukirsari, 19 Desember 2024
Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi penanggulangan bencana, serta merujuk pada Peraturan Menteri Sosial No. 128 Tahun 2011, Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Kabupaten Sleman menyelenggarakan Sosialisasi Pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Balai Kalurahan Wukirsari. Kampung Siaga Bencana (KSB) merupakan wadah penanggulangan bencana berbasis masyarakat yang bertujuan sebagai kawasan atau tempat implementasi program penanggulangan bencana.
Acara ini diawali dengan sambutan Lurah Wukirsari, Handung Tri Rahmawan, yang menekankan pentingnya kesiapan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Sambutan juga disampaikan oleh Panewu Cangkringan, Djaka Sumarsono, A.P., M.S.I., yang mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah strategis meningkatkan kapasitas masyarakat di wilayah rawan bencana.
Laporan penyelenggaraan acara disampaikan oleh Pita Hardiyati Hanum, S.St., MIP., yang menjelaskan tujuan utama dari sosialisasi ini adalah membentuk struktur dan pembagian tugas dalam KSB, sehingga program penanggulangan bencana dapat berjalan efektif dan efisien.
Kepala Dinas Sosial DIY, Mustadi, S.Sos., MM., memberikan arahan strategis terkait pentingnya peran masyarakat dalam kesiapsiagaan bencana. Beliau menekankan bahwa KSB harus mampu menjadi garda terdepan dalam menghadapi situasi darurat, sekaligus menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah.
Sebagai bagian dari agenda, sosialisasi ini juga mencakup pembentukan divisi-divisi dalam struktur KSB, seperti divisi logistik, evakuasi, komunikasi, dan kesehatan. Materi pengenalan KSB disampaikan oleh Suharno, Ketua KSB Bimomartani, Ngemplak, yang berbagi pengalaman terkait pengelolaan dan pelaksanaan program penanggulangan bencana di daerahnya.
Dengan pembentukan Kampung Siaga Bencana ini, diharapkan masyarakat Desa Wukirsari dapat lebih siap dalam menghadapi ancaman bencana, sehingga mampu meminimalkan dampak yang ditimbulkan. Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam menciptakan masyarakat yang tangguh dan sadar akan pentingnya mitigasi bencana.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin