Sosialisasi Kearsipan: Menjaga Sejarah dan Identitas Desa dari Bencana di Wukirsari
Kalurahan Wukirsari, 19 Februari 2024
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman menyelenggarakan Sosialisasi Kearsipan di Waroeng Rebyoek, Dusun Pandan, Kalurahan Wukirsari, Cangkringan, pada Senin, 19 Februari 2024. Peserta sosialisasi berjumlah 60 orang yang terdiri dari Pamong dan Staf Kalurahan Wukirsari, Dukuh serta Satlinmas. Dengan membawa tema "Perlindungan dan Penyelamatan Arsip dari Bencana dan Sejarah Desa” peserta sosialisasi dibagi dalam tiga hari serta di isi oleh narasumber-narasumber yang ahli di bidangnya.
Dalam sambutannya, Abu Bakar, S.Sos, M.Si., Sekretaris Dinas Perpustakan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, membuka kegiatan ini dan menjelaskan pentingnya menjaga dan melindungi arsip sebagai warisan sejarah dan identitas masyarakat. Ia mengajak peserta untuk lebih memahami peran kearsipan dalam pengelolaan informasi dan dokumentasi untuk kepentingan masa depan. Sosialisasi ini mencakup berbagai aspek kearsipan, termasuk metode penyimpanan, teknik perlindungan, dan upaya penyelamatan arsip dari bencana.
Panewu Cangkringan, Djaka Sumarsono, AP., M.Si., menyampaikan harapannya terkait pembentukan depo arsip di Kapanewon Cangkringan untuk melindungi arsip-arsip wilayah tersebut dari potensi bencana. Di kesempatan yang sama, Handung Tri Rahmawan selaku Lurah Wukirsari mengungkapkan rasa terima kasih atas penyelenggaraan sosialisasi, yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan peran Pamong serta Staf Kalurahan dalam pengelolaan kearsipan.
Kegiatan ini menjadi langkah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, terhadap pentingnya menjaga dan merawat arsip-arsip sebagai bagian penting dari sejarah dan identitas desa. Sosialisasi ini diharapkan memberikan dampak positif dalam peningkatan kualitas pengelolaan arsip di tingkat kalurahan serta menjadi contoh bagi wilayah lainnya dalam upaya pelestarian sejarah dan identitas lokal.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin